Sabtu, 15 September 2012

Kapan Waktu yang Tepat Anak Mulai Sekolah

Saat ini tuntutan untuk bersaing semakin berkembang, hal ini membuat orangtua berlomba-lomba untuk mengembangkan potensi yang dimiliki oleh anak-anak mereka sejak dini. Pihak sekolahpun dituntut untuk memberikan kurikulum yang dapat mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki oleh anak, sehingga tidak jarang ditemukan anak dibebani dengan tugas yang cukup rumit saat berada di Playgorup. Hal ini dilakukan agar ia lebih siap untuk masuk ke tingkat pendidikan selanjutnya. Benarkah demikian?

Pada dasarnya seorang anak baru dituntut untuk menjalani pendidikan secara formal pada usia 6 tahun (usia SD). Sedangkan pendidikan Taman Kanak-Kanak (TK) adalah masa dimana anak dipersiapkan untuk bisa mengikuti pendidikan formalnya kelak, sehingga kegiatan yang dilakukan lebih berbentuk permainan. Namun demikian saat ini seringkali ditemukan bahwa beberapa sekolah TK melakukan seleksi bagi calon muridnya. Sebenarnya apa yang dimaksud dengan siap untuk sekolah dan apa saja ciri-cirinya ?

Secara konvensional, batasan kesiapan sekolah lebih berkaitan dengan aspek akademis dimana anak dianggap siap untuk sekolah jika secara kognitif ia diperkirakan akan mampu mengikuti pelajaran yang diberikan dalam pendidikan formal di TK. Jika dikaji lebih dalam maka kesiapan sekolah memiliki aspek yang lebih luas dengan melibatkan banyak aspek.

Hal-hal yang menentukan kesiapan sekolah seorang anak, antara lain :
  1. Kemampuan motorik.
    Aspek ini meliputi pertumbuhan dan perkembangan anak yang akan berkaitan dengan kondisi motorik, seperti kemampuan untuk menggunakan otot-ototnya untuk melakukan gerakan motorik kasar (seperti melompat, berlari) maupun gerakan motorik halus (seperti menggunting, memegang pensil atau mengambil benda yang berukuran kecil).
  2. Kemampuan sosial-emosional.
    Aspek ini mengarah pada kemampuan anak untuk berinteraksi secara sosial dengan orang lain. Kemampuan adaptasi terhadap lingkungannya maupun keterampilan sosial, seperti kemampuan untuk memahami keinginan orang lain dan saling bekerjasama. Termasuk juga aspek emosional yaitu kemampuan untuk mengenali kebutuhan diri, mengenali emosi orang lain serta kemampuan untuk memahami maupun mengekspresikan perasaannya sendiri.
  3. Kemampuan bahasa
    Aspek ini meliputi bahasa verbal, seperti kemampuan mendengarkan, berbicara dan perbendaharaan kata yang dimiliki sehingga memudahkannya untuk memahami instruksi yang diberikan oleh guru ataupun berkomunikasi dengan orang lain.
  4. Kemampuan kognitif
    Aspek ini berkaitan dengan keteraturan anak dalam berpikir, pemahaman tentang konsep dasar, seperti kesamaan, perbedaan, angka, wana, letak, dsb, sehingga memudahkannya untuk memahami pelajaran yang diberikan.
  5. Ketergantungan pada orangtua.
    Kemandirian yang ditampilkan oleh anak akan ikut berperan dalam menentukan kesiapan anak untuk bersekolah. Sejauh mana seorang anak masih tergantung pada orangtuanya. Apakah seorang anak membutuhkan pendampingan orangtua dan bisa digantikan oleh pihak otoritas lain, dalam hal ini tokoh guru.
  6. Kemandirian anak
    Aspek ini mengacu pada kemampuan dan keberanian untuk dapat menentukan sendiri kegiatan yang ingin dilakukan. Pada dasarnya pada usia 3 tahun anak sudah mulai lebih mandiri dan tahu apa yang ingin dilakukannya. Selain itu perlu dilihat apakan anak ragu-ragu, takut-takut atau justru yakin pada apa yang ingin dilakukannya.
  7. Kemampuan untuk mengerjakan tugas
    Hal ini berkaitan dengan kemampuan konsentrasi, rentang perhatian, keuletannya dalam bekerja, kemauan untuk menyelesaikan tugas sesuai dengan batas kemampuan anak.
Pada lima tahun kehidupan, kemampuan anak untuk mengembangkan potensi yang dimiliki sangatlah besar. Tercapainya perkembangan yang optimal memang berkaitan erat dengan stimulasi yang diberikan oleh lingkungannya. Keluarga sebagai pihak yang terdekat dan paling besar memberikan pengaruh pada anak merupakan tempat yang paling banyak berperan dalam memberikan stimulasi tersebut.

Oleh sebab itu sudah sewajarnya jika seluruh anggota keluarga ikut terlibat dalam memberikan stimulasi yang dapat beragam sehingga potensi yang dimliki anak berkembang secara optimal. Dengan demikian anak pun lebih siap untuk menjalani masa sekolahnya.

Sabtu, 23 Juni 2012

RAHASIA KEBAHAGIAAN PASUTRI

BOM - BOM .CO.ID, ''Semoga langgeng ya sampai kakek nenek.'' Mungkin, inilah doa yang disampaikan banyak orang pada pasangan pengantin baru. Indah terdengar, namun faktanya tak mudah tercapai. Menjalani hari-hari pernikahan, tentu saja, tidak hanya cerita suka yang terdengar. Kisah duka pun mewarnai. Biar begitu, pernikahan yang langgeng dan bahagia bukanlah hal mustahil. Berikut adalah kiat menghadirkan hubungan suami istri yang sehat:
Awasi lingkar pinggang
Ketika sudah menikah, biasanya banyak orang yang merasa tidak perlu lagi menjaga bentuk tubuh. Benar begitu? Salah besar. Dari satu studi terungkap, peluang pasangan menjadi gemuk meningkat 37 persen ketika pasangan Anda juga gemuk. Maka, sejak awal, perlu menerapkan kebiasaan makan yang sehat. Ajak pasangan untuk menyantap makanan yang segar dan tentu saja rendah kalori. Atau, jadwalkan pula kencan menawan di sebuah tempat fitnes.
Siapkan perencanaan keuangan yang matang
Berdasarkan sebuah studi terungkap, sekitar 40 persen pasangan suami istri (pasutri) kerap berbohong pada pasangannya soal pendapatan. Ternyata, uang juga bisa bikin perkawinan tunggang langgang. Bahkan, tak jarang masalah uang merupakan alasan utama pasutri bertengkar.
Ada baiknya, mulai sekarang Anda membicarakan soal uang ini pada pasangan. Jangan khawatir bila Anda termasuk pemboros, sedangkan istri tergolong super hemat. Yang penting, bicarakan ini berdua. ''Lebih baik masalah keuangan diselesaikan sejak awal. Bicarakan, siapa yang harus membayar tagihan atau berapa utang yang harus diselesaikan,'' ujar Ken Robbins, profesor klinis psikiatri dari University of Wisconsin-Madison. 
Tentukan aturan keluarga
Sepanjang 5-10 tahun awal perkawinan, pasutri menghabiskan waktu untuk 'bertengkar' menentukan 'kebijakan' keluarga agar berjalan mulus. Tak jarang, hal-hal kecil juga membuat keduanya berada dalam situasi panas. Tiap pasutri bisa saja punya cara masing-masing untuk membesarkan anak. Lagi-lagi, yang penting adalah komunikasi intensif di antara pasutri. ''Anda harus menentukan bagaimana agar kehidupan berkeluarga tetap bahagia namun tidak kehilangan jati diri masing-masing,'' ujar Robbins.

Kehidupan seks yang sehat
Untuk pasutri, kehidupan seks yang sehat dapat menunjang hubungan yang hangat. Namun, tidak perlu juga membuat jadwal khusus untuk melakukan aktivitas ini. ''Jika membuat jadwal seks, ini menjadi seperti tanggung jawab besar yang harus dilakukan, mirip seperti tanggung jawab membuang sampah,'' kata Andrew Goldstein, ginekolog di Johns Hopkins School of Medicine, Baltimore, AS. Biasanya, pasutri melakukan hubungan seks 58 kali tiap tahun atau sekitar sekali seminggu. Namun, itu tidak perlu jadi patokan. Lebih penting lagi, Anda menjalaninya dengan bahagia. Bahkan, keintiman dengan bergandeng tangan saja bisa menurunkan level hormon pemicu stres.
Fleksibel
Kehidupan rumah tangga selalu ada saja pasang surut. Tak akan selalu berjalan mulus. Berusahalah fleksibel menghadapi segala situasi. Pun, untuk kondisi terberat. Bila kepala keluarga tiba-tiba kehilangan pekerjaan, inilah saatnya sang istri untuk mengambil alih kendali keuangan. Tidak perlu masalah seperti ini dibesar-besarkan. Lagi-lagi, komunikasi intensif adalah kuncinya. ''Setiap orang punya peran tersendiri dalam hubungan ini. Demi kebaikan, tidak perlu dipermasalahkan, ini uang siapa, ini hasil kerja siapa,'' ujar Goldstein. ''Uang itu adalah uang kalian berdua.''
Selalu aktif
Satu penelitian mengungkapkan, pasangan yang kerap berolahraga bersama terbukti terus rajin untuk melakukan aktivitas ini. Sejumlah pakar juga menyarankan pasangan yang sering olahraga punya kehidupan yang lebih baik. Pilihlah olahraga yang disukai bersama. Tidak perlu terlalu berat. Olahraga ringan hingga sedang cukup untuk membuat jauh dari kemungkinan terkena penyakit jantung.

Jangan lupakan sahabat
Bukan ingin mengungkap masalah rumah tangga, namun terkadang ada baiknya kita bertanya pada orang yang bisa kita percaya jika ada masalah. ''Berbicara pada teman dekat, tak jarang cukup membantu ketika ada masalah besar muncul,'' ujar Robbins. Kendati begitu, lebih baik Anda bisa bijaksana untuk mengungkap masalah yang tepat dikatakan pada sahabat atau seorang konsultan perkawinan.
Temukan jati diri satu sama lain
Ketika anak-anak mulai mandiri dan punya kehidupan sendiri, tak jarang pasutri justru seperti menemukan kebahagiaan yang baru. Kualitas komunikasi pasutri lebih meningkat. ''Tiba-tiba tidak ada rutinitas mengurus anak yang dulu terasa membelenggu,'' kata Robbins.
Kalau begini situasinya, hubungan pasutri bisa ditingkatkan dan temukan lagi cinta kalian berdua.
Jadilah pengasuh yang baik
Ketika pasangan menghadapi masalah kesehatan seperti sakit berat, suami/istri yang sehat kerap merasakan beban tersendiri saat harus merawat. Jika sudah begini, jangan ragu untuk mencari bantuan bila diperlukan. Bertemulah teman dan tetap bersosialisasi. Ini penting untuk sang pengasuh. ''Suami/istri yang butuh bantuan kerap merasa bersalah dan frustrasi. Pasangannyalah yang harus membantu meredam perasaan ini,'' kata Robbins. 
SEMOGA BERMANFAAT ...AMIN, BAMSSAKTI. BLOGSPOT.COM

MEMBANGUN CINTA YANG SEHAT

1. Dua arah
Hubungan yang sehat dibangun oleh dua orang. Menjaganya pun memerlukan dua orang tersebut untuk berkompromi, toleransi, berkontribusi dan saling menjaga. Jika hanya salah satu yang melakukannya, maka hubungan cinta akan berjalan timpang, tak seimbang.

2. Menerima
Mencintai berarti menerima pasangan seutuhnya termasuk kekurangannya. Kehadiran Anda untuk pasangan adalah untuk 'menyempurnakannya'. Begitu pula sebaliknya. Tak ada individu yang sempurna, termasuk Anda, jadi jangan pernah menuntut pasangan untuk menjadi orang yang sempurna (versi Anda).

3. Sabar
Hubungan yang sehat dibangun tidak dengan instan. Masa penyesuaian pada hubungan butuh waktu. Jangan buru-buru mengambil keputusan apalagi dalam keadaan emosi. Pikirkan seluruh langkah dengan matang.

4. Menghargai privasi

Hubungan yang sehat adalah hubungan yang bisa menghargai privasi satu sama lain. Anda dan pasangan tetap membutuhkan waktu untuk diri sendiri. Menghabiskan waktu tanpa pasangan dengan dasar saling percaya justru merupakan tanda bahwa Anda tengah menjalani hubungan yang sehat dan berfondasi kuat.


Minggu, 06 Mei 2012

Jumlah PSK dari mahasiswa kedokteran meningkat


Jumlah PSK dari mahasiswa kedokteran meningkat


Sebuah harian lokal di Inggris mengabarkan sebuah fakta yang mengejutkan, yaitu meningkatnya jumlah mahasiswa kedokteran di Inggris yang melacur untuk biaya kuliah.

Penulis artikel dalam harian tersebut, Jodi Dixon, yang juga merupakan seorang pelajar di University of Birmingham melakukan observasi terhadap 300 mahasiswa kedokteran, dimana 10% diantaranya telah melacur sejak tahun 2010 demi membayar uang kuliah yang semakin mahal.

"Karena terlilit hutang untuk biaya kuliah, kebanyakan mahasiswa di Inggris melihat bisnis pelacuran sebagai cara tercepat untuk menghasilkan uang banyak," kata Dixon, seperti yang dilansir dari Live Science (01/03).

Di Inggris, bisnis pelacuran memang bukan tindak ilegal. Namun para mahasiswa kedokteran yang melacur diakui Dixon sebagai kenyataan yang cukup ironis.

Tingginya biaya kuliah memang menjadi alasan utama mengapa para mahasiswa rela menjual dirinya. Di Amerika sendiri biaya kuliah seorang mahasiswa kedokteran bisa mencapai $140,000 (setara dengan satu milyar rupiah lebih).

Selain Inggris, mahasiswa di Perancis juga melakukan hal serupa demi membiayai kuliah mereka. Sementara di seluruh negara bagian Amerika (kecuali Nevada), bisnis prostitusi terlarang bagi para pelajar.[riz]

Rumah aneh ini bikin mobil menempel di atap garasi


Gara-gara kepepet, ide yang awalnya terkesan gila bisa jadi menarik. Dua kawan ini merancang sebuah rumah yang dibangun terbalik. Atap rumah jadi pondasi, pengunjung harus berjalan di langit-langit. Sampai-sampai mobil pun terkesan menempel di plafon garasi.

Rumah unik ini adalah hasil kerja keras dua arsitek asal Polandia Irek Glowacki dan Marek Rozanski. Mereka terpaksa putar otak setelah mendapat tugas dari pemerintah Kota Terfens, Provinsi Tyrol, Austria. Keduanya diminta membuat wahana supaya turis datang ke kota kecil itu, seperti dilansir surat kabar the Daily Mail, Senin (7/5).

Rozanski mengaku perlu waktu lama bagi mereka meyakinkan pemerintah kota supaya bersedia menerima gagasan itu. Setelah disetujui pun, keduanya perlu perjuangan ekstra buat mewujudkan rumah terbalik itu. "Kami perlu waktu hingga delapan bulan buat merancang dan membangun semua pernak-pernik rumah ini," ujar Rozanski.

Hasil kerja keras itu kini mencengangkan banyak orang. Warga yang berkunjung bakal mengira rumah itu habis dilanda badai sehingga terbalik.

Seluruh perabot di rumah itu berada di langit-langit. Dari televisi sampai toilet menggantung di atas pengunjung. Beberapa orang yang telah mampir ke rumah ini merasa pusing karena segala sesuatu terasa jungkir balik.

Buat sementara, pemerintah Kota Terfens masih menggratiskan biaya masuk. Rencananya, atraksi wisata ini bakal dibuka buat umum bulan depan.

Meski unik dan bikin pusing, rupanya rumah terbalik dari Austria ini bukan yang pertama kalinya di dunia. Desain gila semacam itu pernah dibikin di Wahana wisata Wonder Works Florida, Amerika Serikat, serta di Restoran Sakasa di Jepang.
Sumber: merdeka.com Rumah aneh ini bikin mobil menempel di atap garasi

Sekolah tidak mengajarkan tawuran


Pendidikan Indonesia seperti tidak pernah sepi dari persoalan. Mulai dari penyalahgunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), kecurangan dalam ujian nasional, hingga tawuran antar pelajar. Pendidikan semestinya membuat peserta didik bermoral malah menjadikan mereka biadab.�

Sekolah tak ubahnya barak persiapan strategi sebelum laga. Masalah kecil bisa menyulut tawuran lintas sekolah dan angkatan. Bahkan perkelahian antar pelajar itu sudah menggunakan senjata tajam, seperti celurit, parang, hingga modifikasi roda gigi kendaraan bermotor. .

Berikut penjelasan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Suyanto, soal tawuran pelajar saat ditemui Islahuddin dari merdeka.com di kantornya Rabu (2/5) malam:��

Bagaimana pihak Anda mengantisipasi budaya tawruan pelajar?

Saya yakin tawuran antar siswa banyak dipengaruhi faktor lingkungan. Juga media, terutama TV, banyak menampilkan gambar dan suara keributan, bakar-bakaran, perkelahian, kepada pemirsa. Sehingga hal itu coba ditiru mereka. Media TV itu adalah contoh bagi anak-anak.

Di sekolah, tidak diajarkan bagaimana menghajar teman, mengasah pedang dan clurit. Jelas itu dari lingkungan. Padahal mereka di sekolah hanya berapa jam? Selebihnya itu di rumah dan lingkungan.

Apa sekolah saat ini sudah menjadi sesuatu membosankan bagi siswa?

Kita harus perkuat jati diri siswa. Kalau saya bertemu siswa-siswa itu saya bisikkan, jangan keluar rumah dengan teman-teman lebih dari tiga orang. Konsekuensinya, dalam psikologi massal, kalau mereka kumpul akan merasa seperti jagoan hebat. Padahal kalau sendirian tidak akan seperti itu.

Sekolah juga harus meyakinkan siswa bagaimana bergaul dengan teman sebaya. Pergaulan teman sebaya itu banyak mempengaruhi perilaku siswa dari pada dengan orang tua. Orang tua tidak akan digubris, tapi banyak mengikuti ajakan teman-temannya. Kadang ada masa-masa seperti itu pada remaja.

Apakah itu bentuk minimnya teladan dari para guru?

Emang ada guru memprovokasi siswa untuk tawuran? Sekolah tidak mungkin mengajarkan itu. Masak, ada celurit dan pedang panjang.�

Bagaimana konsep pendidikan karakter?

Pendidikan karakter itu sudah berjalan. Pendidikan karakter itu sumbernya banyak, mulai dari Pancasila, ajaran agama, kearifan lokal. Kejujuran, disiplin, simpatik, empati, semua itu diajarkan.

Bukankah itu substansi yang sudah seharusnya?

Iya, itu memang nilai-nilai lama. Tapi tidak apa-apa, pendidikan itu harus merespon. Pendidikan seperti hukum ekonomi, ada penawaran dan permintaan. Kita harus memenuhi permintaan masyarakat yang dianggap sebagai solusi untuk saat ini. Tapi kami tidak bisa menerima permintaan masyarakat itu dituruti. Kita juga punya prinsip, strategi. Kalau dituruti semua, Kurikulum siswa bisa membongkokkan anak didik kita. Semua ingin masuk. Mulai dari pendidikan bencana karena Indonesia berada pada wilayah bencana, kemudian pendidikan antikorupsi karena korupsi merajalela, kemudian pendidikan lingkungan karena lingkungan rusak.

Tidak bisa semua kita penuhi. Harus ada pakem dan pedoman ingin dicapai. Coba lihat sekarang banyak TK yang mengajarkan siswa baca tulis, itu tidak boleh. TK itu harus bermain, mengenal lingkungan, mengenal teman, mengembangkan kemampuan sosial, kekompakan, mengenali guru, tapi konsep-konsep itu harus dilakukan dengan cara bermain.










Sumber: merdeka.com Sekolah tidak mengajarkan tawuran

Sabtu, 14 April 2012

cara memilih SMA sesuai dng diri kita

 gak gampang buat masuk-masuk sekolah bagus kayak gitu. Dan jangan cuma memikirkan bahwa harus masuk sekolah bagus, jadi apa? Ini ada beberapa tips cara memilih SMA yang sesuai dengan diri sendiri:
1. Pilih lebih dari satu sekolah yang diinginkan
Jangan cuma terfokus sama satu sekolah aja. Kalau cuma terfokus sama satu sekolah, bisa-bisa kecewa nantinya. Misalnya aja nilai gak mencukupi atau gak lulus tes penerimaan di sekolah tersebut.
2. Pilih sekolah yang terjangkau
Disarankan jangan pilih sekolah yang jauh-jauh dari rumah. Kalau menurut gw, sekolah yang kelewat jauh dan setiap hari itu jadinya cuma kecapekan gara-gara satu hari penuh menghabiskan waktu di jalan. Selain itu, uang bensin juga harus dipikirin lagi. Kejauhan terus capek, malah buat kita jadi kecepetan capek kalo belajar. Prestasi belajar bisa aja tiba-tiba jadi turun.
3. Pilih sekolah yang sesuai dengan kemampuan
Nilai UN itu sangat mungkin dapet bagus. Karena gak sesusah sama apa yang diujikan di try out. Siapapun bisa aja dapet nilai bagus. Nah makanya, di saat nilai itu bagus, tapi kalo sekolah yang kita mauin itu menampung anak-anak yang kemampuannya jauh lebih di atas kita dan kita kemungkinan agak sulit buat menyerap pelajaran dengan cara seperti itu, disarankan untuk memilih sekolah yang seseuai kemampuan, seenggaknya jangan sampe mengorbankan diri sendiri buat kemungkinan buruk. Jadi sebelum masuk SMA cari tahu dulu sekolah mana yang sesuai dengan kemampuan.
4. Sekolah yang bisa menjamin kedepannya
Walaupun memilih sekolah yang sesuai dengan kemampuan. Pilih sekolah juga yang kedepannya bisa membantu lo buat masuk ke perguruan tinggi. Pasti hampir semua sekolah ada link untuk ke perguruan tinggi. Jadi, pilih sekolah yang bisa menjamin masa depan lo juga!
5. SMA yang sesuai dengan pribadi sendiri
Pilih SMA yang sesuai dengan pribadi sendiri. Maksudnya jangan sampe lo gak betah di sekolah itu dan malah pengen pindah ke sekolah laen. Bayar sekolah itu gak murah. Pikirin dua kali kalo mau pindah sekolah. Kalo emang keputusannya udah mantap buat pindah sekolah. Itu keputusan sendiri. Tapi lebih baik kalo gak pindah sekolah.
Jadi itu beberapa tips memilih SMA dari gw. Silahkan dipikirin baik-baik karena pasti ada manfaatnya kok!

Sabtu, 31 Maret 2012

RITUAL AWET MUDA MANDI AIR TERJUN SEDUDO

mandi di air terjun sedudo konon bisa awet muda

A. Selayang Pandang

Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, memiliki wisata  alam yang cukup terkenal, yaitu Air Terjun Sedudo. Air terjun ini berada pada  ketinggian 1.438 meter di atas permukaan laut (dpl) dengan ketinggian air  terjun sekitar 105 meter. Panorama Air Terjun Sedudo sangat memikat, karena  lokasinya berada di lereng Gunung Wilis, yakni sebuah gunung tidak aktif dengan  ketinggian 2.552 meter dpl, di selatan kota Nganjuk.

B. Keistimewaan

Mengunjungi lokasi wisata ini, pengunjung dapat  menikmati indahnya pancuran air raksasa yang meluncur dari ketinggian bukit.  Selain menikmati wisata alam, wisatawan juga dapat menikmati wisata budaya. Pada  hari-hari biasa tingkat kunjungan wisatawan tidak terlalu ramai, berbeda dengan  tingkat kunjungan wisatawan pada bulan Suro (bulan pertama pada Kalender Jawa).  Masyarakat di sekitar air terjun memiliki kepercayaan bahwa Air Terjun Sedudo mempunyai  kekuatan supranatural. Menurut mitos yang berkembang, pada bulan ini Air Terjun  Sedudo dipercaya membawa berkah awet muda bagi orang yang mandi di air terjun  tersebut.
Setiap tanggal 1 Suro, Air Terjun Sedudo  dipergunakan untuk upacara Parna Prahista, yaitu ritual memandikan arca,  yang kemudian sisa airnya dipercikan kepada anggota keluarga agar mendapat  berkah keselamatan dan awet muda. Hingga sekarang, pihak pemerintah Kabupaten Nganjuk  secara rutin melaksanakan acara ritual “Mandi Sedudo” setiap tahun baru Jawa  tersebut.
Oleh karena lokasi air terjun berada di lereng Gunung  Wilis, maka wisatawan bisa sekalian menikmati panorama Gunung Wilis atau bahkan melakukan pendakian.

C. Lokasi

Air Terjun Sedudo terletak di Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan, Kabupaten  Nganjuk, Jawa Timur.

D. Akses

Wisatawan yang berminat mengunjungi Air Terjun  Sedudo dapat mencapai Kota Nganjuk dari arah Surabaya atau Yogyakarta. Dari  arah Surabaya, Nganjuk berjarak + 110 km, sedangkan dari Yogyakarta + 200 km. Perjalanan dapat ditempuh dengan angkutan umum (bus) maupun kendaraan  pribadi.
Dari kota Nganjuk, wisatawan masih harus menempuh  perjalanan sejauh 30 km ke arah selatan ibukota kabupaten. Jalur transportasi ke  arah lokasi wisata terbilang baik karena jalannya yang mulus. Namun demikian, karena  lokasinya di gunung, jalan menuju Air Terjun Sedudo cenderung menanjak,  naik-turun, dan berkelok-kelok. Kondisi jalan seperti ini tentu sulit untuk  dilewati oleh kendaraan umum seperti bus. Oleh karena itu, bila berniat berwisata  ke air terjun Sedudo, sebaiknya gunakan kendaraan roda empat non-bus (kendaraan  pribadi).

E. Harga Tiket

Mengunjungi wisata alam air terjun sedudo dikenai  biaya sekitar Rp 2.500.

F. Akomodasi dan Fasilitas Lainnya

Wisatawan yang membutuhkan penginapan dapat menyewa  hotel yang berada di sekitar lokasi air terjun. Kalau ingin sekalian membeli  oleh-oleh, di dekat lokasi air terjun juga terdapat pedagang yang menjual  oleh-oleh khas daerah pegunungan, misalnya sayur dan buah-buahan (seperti jeruk,  durian, dan pisang).